Sahabat
Sering sekali aku menuliskan kata itu. Memasukkannya dalam kalimat-kalimat baik yang nantinya akan terucap oleh bibirku atau kalimat yang keluar dari tulisanku..
Atau bahkan yang hampir setiap saat ada di dalam pikiranku.
Sebagai seseorang yang hidup jauh dari orang tua dan keluarga lainnya, kehadiran sahabatlah yang aku rasa dapat menggantikan besarnya kekosongan itu. Dengan mereka aku dapat hidup di tengah kota besar yang tidak aku kenal sebelumnya.
Dengan mereka aku belajar bersama hidup jauh dari orang tua.
menemaniku saat aku sedih dan senang.
Pergi ke taman kota bersama..
menambah koleksi foto-foto yang sudah lama terkumpul..
Bermain dengan hewan-hewan di kebun bintang..
duduk-duduk sambil bercerita menghabiskan sore yang sudah mulai berganti gelap di pinggir danau..
merayakan hari jadi salah seorang diantara kami..
mencoba kuliner keliling kota..
berkeliaran di area mall walau hanya untuk sekedar bersenang-senang..
duduk di studio 21 bersama..
menghabiskan waktu untuk belanja bersama..
Bahkan, apabila ada diantara kami yang sakit, semuanya akan berkumpul bersama untuk menunggui..memberi semangat untuk cepat sembuh..
Saling curhat bersama... kadang sampai bercucuran airmata yang membanjiri kamar (mulai lebay.. :D)
Banyak sekali yang sudah terlalui..
minnie kangen moment2 itu semua..
Kangen warna-warna pelangi-ku..
Sulitnya kata "menerima" ini menjadi mudah..
Mudahnya mengartikan "pengertian" walaupun perbedaan ego..
Hanya masalah waktu "saja" kah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar