Minggu, 27 Maret 2011

Untitled

Saya memang terlalu menjadi penakut untuk memulai semuanya dari awal lagi.
Memulai untuk menerima segala resiko yg akan saya tanggung dari awal lagi.

Saya memang terlalu menjadi penakut untuk melupakan semuanya dulu, entah itu sebuah kenangan atau pengalaman. Takut kehilangan atau takut sekedar recall dlm proses penghapusan memori itu.

Saya bukan seseorang pemberani yg mudah membujuk hati untuk mencoba menerima sapaan
Entah takut terluka atau belum bisa menyembuhkan luka
Terlalu pengecut memang bila masih tetap pada hati yang sama

Saya bukan seseorang pemberani yg mudah menegakkan kepala saat saya tertunduk membaca susunan huruf membentuk kata yg mempunyai arti lbh buat saya, atau bahkan hanya secuil gambar segera dapat menggelapkan warna saya.

Saya hanyalah org yang tetap pada diri saya,
Tetap diam dengan apa yg orang pertanyakan
Saya diam bukan berarti tidak tau apa yg harus saya bicarakan
Untuk apa saya berbicara bila hanya membuat seseorang akan nampak menjadi lbh buruk?

Setiap huruf yg saya lontarkan dan membentuk sebuah kata dan kalimat bukan sesuatu yg mudah saya ucapkan
Saya tidak ingin ada yg terluka perasaannya


Maka lebih baik saya diam

Cukup dengan senyum, namun percayalah, saya tidak akan menghianati, dan saya akan memperjuangkan keikhlasan itu...

Tidak akan pernah bosan belajar dari hidup,
Sebanyak saya jatuh, sebanyak itulah saya mencoba berdiri lagi

:)

Sepotong Pertemuan


Bagaimana dengan dua orang yang dipertemukan dan akhirnya mereka jatuh cinta?

Beberapa cara sederhana yang biasa ada pada kehidupan seperti teman sekolah lah, tetanggaan lah, atau diperkenalkan oleh salah satu kerabat sering aku temui.

Tapi selain itu ada juga cara yang mungkin lain dari biasa. Seperti bertemu di sebuah acara - lalu kenalan- tuker nomor telp, pin BB, YM, FB, Twitter atau media apa sajalah, yang penting sesuatu yang bisa digunakan dimana mereka bisa melanjutkan cerita dari sepotong cerita pertemuan itu dan akhirnya lanjut kehubungan yang lebih dekat.

Cara bertemu itu memang misteri, rumit, aneh dan mungkin bisa komplek. Kita tak akan pernah tau kapan kita bertemu dengan soulmate ini.
Seperti jaman sekarang, dimana hampir semua orang memiliki facebook atau twitter, cara bertemu orang bisa mudah dilakukan melalui media tersebut. (kalo ada seseorang yang menawar friendster, butuh diteliti orang tersebut datang dari jaman berapa ;p )

Mengutip kata seorang temanku, dengan facebook ataupun jejaring sosial lainnya, orang yang mempunyai 'chasing' pas-pasan mungkin saja akan lebih beruntung. Mereka tinggal buka list temannya, cari sasaran yang diinginkan, add friend atau send a message, tunggu balasan, lalu terus kembangkan.
Wooooww!!! sesimpel itukaah???

Atau dari sebuah pengalamanku bersama temanku...
sama hal nya di FTV2 yang sering muncul, dimana tokoh utamanya saling tidak sengaja tabrakan ma mas2 cakep, keren, pinter dan super baik - lalu marah2 karena ditabrak - ditolong dan dengan permintaan maaf mereka jadi saling kenal - janjian ketemuan - akrab - pacaran. YUUUUPP!!
dan inilah yang pernah diimajinasikan oleh temanku yang akhirnya memang benar2 keturutan. Jadi sewaktu kami dijalan menuju suatu tempat, tiba2 mobilnya mogok alias ngambek. Memang benar, saat itu ada yang membantu kami. Hanya saja disini bedanya adalah pada pengharapan. Imajinasi mengatakan 'mas2 cakep, keren, pinter dan baik', namun kenyataan memberikan 'bapak2 setengah baya namun baik hati'. Ahahahahaha...entah apakah pertemuan ini akan dilanjutkan olehnya... :p

Pada kenyataannya di duniaku, pertemuan dengan the right one saja sangat sulit terjadi apalagi harus berkenalan dan melanjutkan cerita itu. Bahkan tidak jarang pada saat kita sudah bertemu, perasaan ' yes, she/he is the right one!' ini cepat muncul saat keyakinan sudah nongkrong di pikiran n hati.

Memang bagaimanapun cara seorang bertemu, mau yang simpel atau lebih kompleks bisa terjadi kapan saja saat alam sudah mengijinkan. Namun saat jatuh cinta itu menyapa lagi akankah secepat dan sesimpel itu kita akan mengikutinya? layaknya cerita FTV kah???

Who knows!! Aku tunggu alam mengaturku untuk the right one ku :) :)